Pelajaran Agama bisa jadi bukanlah subjek favorit saya selama mengenyam pendidikan di Batam, Indonesia. Bukannya saya bersifat atheis atau tidak mengakui Tuhan, tapi jujur saja, saya bosan dengan sejarah - sejarah panjang para nabi atau kejadian - kejadian yang dibaca dari kitab suci. Bagi saya, itu tak penting, selama kita hanya membaca dan memuja saja. Bukankah lebih berarti bila mengambil hikmah pentingnya saja, lalu kita aplikasikan pada hidup sehari - hari kita.
Saya kira terlalu naif bila pengertian nabi adalah orang yang dipercaya Tuhan dan bisa melakukan hal - hal ajaib, semacam membelah air laut, berpuasa amat lama di gurun yang panasnya ekstrim, membangkitkan orang mati, atau hal lain sebagainya. Ya, itu nabi memang, tapi tidak sesempit itu pengertiannya, terlebih zaman sekarang bukanlah zaman 'batu' lagi.
Malah, menurut saya nabi zaman sekarang itu orang yang berguna bagi masyarakat luas dan sudah ketemu apa yang mereka cari dalam hidup. Nabi-nabi yang tertulis di kitab suci bisa dikatakan sebagai past tense. Udah lama. Dan menurut saya, nabi - nabi sekarang itu bukanlah mereka lagi, tapi orang lain. Bisalah kita sebut Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Wright Bersaudara, Louis Pasteur, Alfred Bernard-Nobel, Muhammad Yunus, Bunda Theresa, James Watt, Bill Gates, Henry Ford, pencipta pesawat - pesawat sekarang, komputer - komputer, televisi, radio, handphone sebagai present nabi.
Janganlah terlalu naif, dengan menyebut mereka tidak nabi. Bagi saya, mereka nabi. Bagi saya, agama mereka adalah agama yang tidak terdefinisi.
Cobalah kita bayangkan tanpa Edison, apa yang akan terjadi dengan kita. Malam hari jadi neraka bagi kita. Bayangkanlah! Dengan lampu buatannya, kita bisa membuat malam hari lebih berarti bagi kita. Kita bisa belajar di malam hari, nonton, makan, tanpa merasa gelap. Ini berkat Edison. Temuannya ini terjadi dari ratusan percobaan yang gagal! Berilah tepuk tangan baginya!
Wright Bersaudara? Apa yang terjadi bila tidak ada mereka... Kalau kita mau pergi berlibur mungkin hanya bisa lewat kapal dan kita pun dibuat mabuk oleh ombak yang sangat deras. Bagaimana kita bisa mengamankan negara kita tanpa pesawat tempur, dan dari kerja merekalah kita bisa menikmati buatan sempurna mereka.
Louis Pasteur? Tidak ada dia di dunia ini, kita tidak bisa mencicipi renyahnya snack yang dikemas rapi di dalam kemasan. Dialah yang menciptakan agar makanan tidak busuk. Susu sapi yang kita minum tiap hari ada gara - gara proses yang dinamakan pasteurisasi. Bila tidak ada prores tersebut, jadilah kita minum susu dengan memerah sendiri di peternakan. Mau?
Bunda Theresa bisa jadi orang yang perlu kita teladani. Ungkapannya yang terkenal adalah: "Berilah sampai kamu merasa sakit!" Ya, dia memberi bantuan bagi kaum miskin di India dengan sepenuh hati, sampai dia sendiri merasa kesakitan dan kelaparan. Tapi Tuhan pun turun tangan dan memberi dia bantuan.
Tidak ada pencipta komputer dan Bill Gates? Ah lupakanlah saja blog - blog ini. Kita tidak bisa menikmati betapa mudahnya hidup di dunia ini dalam komputer. Mereka adalah nabi!
Muhammad Yunus - tokoh favorit ibu saya - dimana dia membantu kaum miskin Bangladesh dengan otaknya, memikirkan format pinjaman bagi mereka, dan tidaklah salah bila komite Nobel mengganjarnya dengan nobel perdamaian 2006. Dia berkata: "Janganlah mengucap damai kalau masih banyak orang yang miskin." Ya, dia nabi. Dia ingin menghapus kemiskinan untuk mencapai kedamaian, setidaknya di negerinya sendiri. Apakah kita tentram bila dunia ini damai? Ya!
Pencipta handphone, televisi, radio, mobil, dan lain sebagainya. Ah, saya berani bertaruh sebagian besar manusia yang hidup di dunia ini amat tergantung dengan benda - benda seperti itu. Bila tidak ada yang menciptakan itu, mau jadi apa hidup kita?
Jadi, pantaslah kita menyebut mereka semua nabi. Dan saya kira, bila mereka terus berbuat baik dan tahu apa yang harus mereka perbuat dalam waktu mereka hidup di dunia ini, saya yakin... bila surga dan neraka memang ada... satu tiket ke surga sudah di-booking oleh mereka. Hahaha!!!!
Ya, mereka adalah nabi sekarang. Tapi, beberapa tahun kedepan mereka sudah jadi past lagi. Dan, kesempatan untuk menjadi nabi future pun terbuka lebar bagi siapapun kita. Masih sangat sangat amat sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk semuanya di waktu kedepan.
Bukankah nantinya pencipta energi pengganti bahan bakar fosil bisa disebut nabi?
Bukankah nantinya orang yang berusaha untuk perdamaian di dunia ini juga bisa disebut nabi?
Masih banyak terbuka lebar. Jadi waktu yang sekarang ini, haruslah kita pergunakan untuk terus belajar dan belajar dan tetaplah rendah hati.
Dan lupakanlah saja agung - agungan kepada past nabi, karena memang tidaklah berguna hanya memuja - muja. Bukanlah lebih baik dan brilian bila berbuat sesuatu sekarang juga untuk masyarakat banyak dan dunia ini, yang semakin krtisis saja?
Hidup ini indah. Live it, or leave it.
13 May 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment