27 September 2008

Susu dan Melamine dari China

China kembali menggemparkan dunia. Tetapi kali ini bukan berita yang menggembirakan seperti olimpiade, melainkan kembali berita yang mengungkap ketidakamanan produk asal China. Setelah kasus mainan yang tidak aman, sehingga diharuskan ditarik dari peredaran di banyak negara, kali ini China bermasalah dengan masalah susu balita yang mengandung zat yang berbahaya dalam dosis tinggi, yaitu melamine.

Susu yang mengandung melamine dalam dosis tinggi itulah telah mengguncang seluruh China, dimana 53000 balita dipastikan teracuni oleh zat ini, dan kasus ini telah meminta dua korban yang semuanya di bawah umur satu tahun.

Kasus ini membuat dunia internasional semakin tidak percaya akan standar keamanan dan kualitas dari China. Ini merupakan kasus untuk kesekian kalinya, mulai ditariknya produk mainan anak - anak yang dianggap berbahaya hingga masalah produksi ban mobil asal China. Jika ini terlalu sering terjadi, proses pertumbuhan ekonomi China pun bakal terganggu.

Kasus susu produksi 'Sanlu' ini sebenarnya sudah dimulai sejak Olimpiade Beijing 2008. dimana ada komplain dari 'Sanlu' kepada perusahaan produksi, dimana mereka merasa ada yang tidak beres dengan susu mereka. Mereka curiga karena banyak sekali balita yang setelah mengonsumsi susu tersebut, mereka menderita gangguan ginjal dan juga pencernaan. Masalah ini juga sudah dilaporkan kepada pemerintah China, tetapi karena alasan agar tidak menganggu kelancaran olimpiade, masalah ini pun terpaksa ditunda penyelesaiannya.

Tetapi, sayang seribu sayang, masalah ini sudah dapat dibilang terlambat. Pemerintah China boleh dikatakan telah mengorbankan 53.000 lebih balita, yang terserang komplikasi ginjal dan pencernaan. Dua balita pun sudah meninggal dunia akibat masalah ini.

Masalah ini pun tidak hanya menimbulkan dampak skala nasional di China, tetapi juga di dunia internasional. Seperti yang saya katakan sebelumnya, dunia internasional pun semakin tidak percaya dengan standar kualitas dan keamanan produk asal China.

Untuk saat ini pun, kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Kita harus mulai hati - hati dengan produk buatan China. Saya tidak mengatakan semuanya buruk, tetapi memang pada umumnya produk asal negeri tirai bambu itu memang mengecewakan.

Kita pun bisa belajar dari masalah ini. China telah memberikan sesuatu yang membuat publik internasional tidak percaya, dan kita pun tidak boleh menirunya. Murah boleh saja, tetapi jujur saja saya lebih memilih barang yang lebih mahal tetapi kualitas dan keamanannya harus berstandar tinggi.

Saya pun akan berpikir tiga kali untuk membeli barang asal China, itu pun kalau ada garansi keselamatannya.


21 September 2008

Jangan Lagi Melupakan Unsung Hero(es)!

Dari dua hal yang sangat saya gemari, yaitu sepakbola dan musik jazz, muncul dua nama terfavorit dari dua bidang tersebut. Klub Liverpool FC dari cabang sepakbola, sementara Pat Metheny Group dari musik jazz.

Saya sangat menyukai Liverpool FC dan Pat Metheny Group. Keduanya boleh dikatakan sebagai salah satu yang tersukses di bidangnya masing - masing. Liverpool FC adalah tim sepakbola tersukses di Inggris, dengan raihan 18 gelar liga domestik dan 5 kali juara Eropa. Peraihan ini belum bisa disamai oleh klub - klub Inggris lainnya. Sementara Pat Metheny Group bisa dibilang grup musik jazz paling sukses di dunia. Peraihannya tidak main - main, yaitu gelar 11 Grammy, dimana 7 diantaranya diraih secara berurutan.

Lalu kita bicara tentang orang yang berkaitan dengan Liverpool FC atau Pat Metheny Group. Bila kita berbicara tentang Liverpool, pasti nama yang langsung muncul adalah Steven Gerrard sang kapten, tidak Jamie Carragher yang merupakan wakil kapten. Bila berbicara tentang Pat Metheny Group, tentulah nama Pat Metheny yang akan muncul (namanya saja dipajang di nama grup!), bukan sang keyboardist Lyle Mays.

Di klub Liverpool FC, nama Steven Gerrard memang sudah menjadi figur wajib. Sang kapten memang telah berjasa mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions Eropa pada musim kompetisi 2005. Jasanya pun tidak akan pernah dilupakan fans manapun, karena dia menginspirasi klubnya untuk membalikkan keadaan tertinggal 0-3 dari AC Milan menjadi kemenangan Eropa. Tentulah, Gerrard pantas dan wajar menjadi orang yang paling diingat di Liverpool FC, ketimbang Jamie Carragher.

Tetapi saya tidak bisa pula melupakan nama Carragher, tidak seperti banyak orang yang memang benar - benar memandang sebelah mata Carragher. Dia adalah seorang bek yang cukup kuat dan berpengaruh. Cintanya terhadap Liverpool FC sangatlah besar, dan mungkin lebih besar daripada Gerrard sendiri!

Saya masih ingat ketika Carragher ditanyai wartawan sepakbola, atas rumor pindahnya dia ke Real Madrid pada tahun 2005. Ketika ditanya apakah dia ingin pindah ke Madrid, yang notabene tim yang sangat kaya di dunia, dia malah balik bertanya ke wartawannya. "Mengapa saya pindah? Adakah tim lain yang lebih besar dan lebih saya cintai daripada Liverpool?" Itu membuktikan secara konkrit cintanya kepada tim Liverpool sangatlah besar!

Dan cukup banyak orang yang tidak mengetahui, kemenangan Liverpool di final bukan hanya jasa dari Steven Gerrard, Jerzy Dudek (sang kiper penyelamat), maupun Rafael Benitez sang pelatih. Carragher juga ambil bagian besar dalam pertandingan tersebut. Dia secara mati - matian membantu pertahanan Liverpool, dia pun beroperasi sebagai bek tengah sekaligus bek sayap kanan. Banyak juga fans yang tidak mengetahui, bahwa Dudek yang berhasil menggagalkan dua penalti AC Milan di babak adu penalti, terinspirasi dari kata-kata motivasi Carragher. Dudek mengaku bahwa Carragher mengatakan kepadanya, bahwa inilah saatnya Dudek menjadi pahlawan. "Buatlah dirimu menjadi pahlawan! Kacaukan konsentrasi mereka! Goyangkan kakimu seperti Bruce Grobbelaar (mantan kiper Liverpool yang membantu timnya menjadi juara Liga Champions Eropa tahun 1984)!"

Carragher membuktikan cintanya yang besar kepada Liverpool, tapi dia tidak perlu spotlight dari media. Dia merupakan unsung hero di Liverpool.

Lalu bagaimana dengan Lyle Mays? Prestasi dan jasanya di Pat Metheny Group dan dunia musik benar - benar ditutupi oleh sinar terang benderang koleganya, Pat Metheny. Namun, tanpa kehadiran Lyle, Pat Metheny Group akan menjadi grup jazz luar biasa saja, tidak grup jazz luar luar biasa!

Lyle memiliki visi yang sangat luas dalam hal bermusik. Empat hobinya yang sangat prestigius, yaitu musik, matematika, catur, dan arsitektur, membawanya memiliki pikiran dan visi musikalitas yang luas. Lyle memang tidak seterkenal keyboardist lainnya, tetapi penghargaan yang dia miliki pun sangat mentereng! 11 Grammy telah dia kantongi dan itu tergolong sangat banyak bagi under-rated musician sepertinya.

Pat Metheny Group memang identik dengan Pat Metheny, tetapi Lyle Mays adalah arsitek di balik semua itu. Tuts - tuts piano dan keyboardnya seperti orkestra dan pengiring yang sangat baik bila Pat Metheny melakukan killer solo. Tetapi bukan berarti Lyle tidak menunjukkan kualitasnya sebagai solois, lihat saja karyanya di lagu "As Falls Wichita, So Falls Wichita Falls", "Imaginary Day", "Are You Going With Me?" dimana dia melakukan solo synthesizers! Saya kira hal - hal ajaib seperti itu tidak akan terjadi tanpa Lyle Mays.

Bagi saya, Pat Metheny adalah seseorang yang hebat dan brilian. Tapi Lyle adalah seorang yang jenius. Tanpa kehadiran Lyle, Pat Metheny memang masih hebat dan bagus. Tapi Lyle membantunya dalam memasukki dimensi musik yang lebih dalam dan luas.

Di sekitar kita, banyak sekali unsung heroes. Mungkin orang tersebut juga tidak membutuhkan penghargaan atau menjadi terkenal. Tetapi, mereka harus kita acungi jempol dan menghargai karya mereka. Seperti saya menghargai Jamie Carragher dan Lyle Mays.

Semoga tulisan ringan ini bisa membuat kita berpikir! :)

20 September 2008

Menerima Penolakan

Bila saya mesti menuliskan tanggal yang sangat berkesan sehingga tidak mungkin dilupakan di tahun 2008, saya harus mengikutkan tanggal 20 September 2008 ke dalam daftar.

Mengapa hari ini sangat berkesan?

Hari ini saya belajar sesuatu yang sangat penting, yaitu menerima penolakan dari seseorang. Suatu hal yang belum saya alami dan pelajari secara mendalam. Mungkin saya pernah menerima penolakan, tetapi itu tidak sering dan itu terjadi dalam hal - hal kecil.

Pagi ini, saya dan banyak teman sekolah saya dimintai tolong oleh sekolah dan organisasi non-profit Boys' Town. Permintaanya cukup simpel, kami dimintai tolong untuk memegangi kaleng yang menjadi tempat untuk sumbangan dan kami harus meminta sumbangan di tempat - tempat umum Singapura. Sumbangan itu nantinya akan digunakan untuk membantu anak - anak yang kurang beruntung di Singapura.

Jujur saja, saya sangat malas bila meminta - minta sumbangan seperti ini, di tempat umum, apalagi di Singapura! Pikiran negatif mulai menghinggapi saya, dimana saya berpikir jika orang Singapura itu sombongnya minta ampun! Mungkin mereka sangat malas memberi sumbangan - sumbangan seperti ini.

Saya dan tiga teman saya pun memilih tempat di Dhoby Ghaut, sekitar Plaza Singapura. Saya pun memberanikan diri meminta donasi dari orang - orang yang lewat di depan stasiun MRT itu. Dan awal - awalnya memang sangat menakutkan dan mengesalkan! Lima orang pertama yang saya datangi, mereka semua menolak.

Untunglah, keberanian dan ketekunan saya terbayar. Orang - orang yang lewat berikutnya pun semakin tulus saja memberi. Beberapa pejalan kaki yang mukanya seperti tidak mau memberi, ternyata memiliki hati tulus juga. Mereka ikut menyumbang dan tentulah saya gembira dengan hasil ini. Selama sekitar dua jam berdiri, kaleng donasi milik saya pun terisi nyaris penuh. Saya pun kembali ke sekolah dan menyerahkan sumbangan itu.

Setelah itu, saya memang bersyukur telah mengikuti kegiatan seperti ini. Saya belajar bagaimana menerima penolakan dari seseorang. Tidak selamanya penolakan itu buruk, dan memang pasti itu semua akan ada balasannya. Tidak perlulah kita mengharap balasannya, kita pun harus memupuk ketekunan dan kesabaran! Seperti bunyi kalimat bijak, sometimes bad can turn out good. Ditolak orang memang buruk, tetapi pasti ada pelajaran yang dapat dipetik. Saya pun berani menghadapi orang, tanpa takut apakah saya diterima, ditolak, diperhatikan, ataupun dibiarkan saja.

Satu lagi, saya pun merasa orang Singapura tidak pelit - pelit amat! Hehehe...

Semoga tulisan yang sangat ringan ini bisa memberikan sesuatu.

17 September 2008

Masa Depan Hubungan Agama dan Sains

Sebuah eksperimen sains terbesar dan termahal sepanjang masa sebentar lagi akan dimulai di Jenewa, Swiss. Eksperimen yang menghabiskan dana US$ 8 miliar, 27 kilometer terowongan, dan membutuhkan tenaga dan pikiran 9000 ilmuwan di seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat), itu bernama The Large Hadron Collider (LHC).

Kontroversi yang muncul pun berhubungan dengan ketidaksediaan Amerika Serikat dalam bekerjasama dalam proyek yang ingin membongkar lebih jauh apa yang terdapat dalam atom itu. Eksperimen yang diprediksi bakal mendekati absolute zero atau 0 derajat kelvin itu memang tidak dikerjakan bersama Amerika Serikat. Tetapi, saya tidak ingin mengupas itu. Saya juga kurang peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya. Saya ingin menulis hal ini, seakan - akan saya berdiskusi dengan Steven Weinberg, ilmuwan Amerika Serikat yang meraih nobel fisika atas jasanya dalam mempelajari interaksi weak force dan elektromagnetik dalam partikel.

Coba kita renungkan, pada zaman dahulu dimana sains masih belum berkembang pesat, kita lebih suka menjawab sesuatu yang belum kita ketahui (baca: misterius) dengan jawaban yang amat religius. Dahulu kala, terjadinya api, kematian, hujan, kelahiran, atau matahari itu masih teka - teki. Jawaban yang dahulu diterima adalah itu semua terjadi karena kehendak Tuhan.

Sekarang pun kita sudah tahu, mengapa pula matahari itu bersinar karena panas yang diproduksi oleh konversi hydrogen yang luar biasa banyak ke helium di pusat matahari. Kita pun paham bahwa hujan itu terjadi karena siklus pergerakan air di bumi. Itu semua bukan karena kehendak yang luar biasa!

Waktu pun terus berlalu, dan kita sudah semakin fasih dalam menjelaskan mengapa sesuatu itu terjadi dalam penjelasan yang sangat naturalistik. Ini bukan berarti bertentangan dengan agama, tetapi yang jelas itu mencabut sesuatu yang dahulu sangat erat kaitannya dengan keberadaan agama.

Pada masa sekarang dan juga masa depan, dimana perkembangan sains akan bertambah pesat dan itu artinya pun akan membongkar banyak sekali rahasia alam, ada titik tertentu dimana kita pun tidak perlu menjelaskan hal - hal yang terjadi dalam definisi agama, melainkan dalam definisi sains.

Saya yakin akan terjadi banyak sekali kontroversial. Mungkin ada religius fanatik yang menolak bahwa hal itu terjadi, dan masih bersikeras menjelaskan bahwa matahari itu bersinar karena kehendak Tuhan, bukan gara - gara konversi hydrogen ke helium. Saya tidak mengatakan agama itu tidak penting atau omong kosong karena semuanya nantinya bisa dijawab pada definisi sains. Bagi banyak sekali orang, agama itu akan menenangkan hati. Agama bisa jadi pegangan hidup. Tetapi, bagi orang peraih nobel seperti Wienberg, yang merupakan yahudi atheis, dia merasa sains akan merusak ritme agama.

Saya sendiri tidak yakin dengan pikirannya, boleh saja kita meniru beberapa sekte di Eropa. Agama hanya akan menyentuh hal - hal yang bersifat pribadi dan rohani, tetapi beberapa kejadian yang terjadi di alam nyata atau pun asal - usul dunia ini dan kehidupan, lebih bagus diserahkan kepada sains.

Agama itu memang pilihan dan relatif, tetapi sains itu definitif.

Semoga ini bisa menjadi bahan pemikiran dan perenungan bagi kita, dan semoga tulisan ini bisa dimengerti!

NB : Terima kasih kepada Steven Weinberg, atas pemikirannya yang revolusioner, meskipun anda atheis dan yahudi!

16 September 2008

Sandal dan Mahatma Gandhi

Hari ini sungguh melelahkan. Jujur saja, saya dalam keadaan badmood sekarang. Tetapi saya pun mesti bisa selalu tersenyum dan merenungi betapa indahnya hidup ini. *Caelah*

Sekarang coba kita pikirkan, apa yang akan kita lakukan pada umumnya bila kita naik ke kereta api, terus salah satu sandal yang kita pakai itu terlepas secara tidak sengaja ke rel kereta itu. Celakanya lagi, kereta api yang kita tumpangi itu sudah melaju dan otomatis kita tidak memiliki waktu untuk memungut sandal yang terjatuh itu.

Kita semua pasti akan marah. Jengkel benar! Tentulah pada saat itu juga kita mengumpat tidak karuan, atau juga bisa meratapi nasib celaka itu. Mengapa bisa sandal kita terlepas dan kita pun berubah menjadi badmood dan tentulah mulai menyalahkan keadaan atau diri kita sendiri.

Tapi buat seorang humanitarian sebesar Mahatma Gandhi, itu masalah kecil.

Kejadian yang saya ceritakan di atas itu memang dialami Gandhi, seseorang yang saya anggap benar - benar bijaksana dan berjasa besar kepada India dan dunia. Kejadian itu menimpa dirinya ketika dia menaiki kereta api di India. Secara tidak sengaja, sandal yang beliau kenakan terlepas dan jatuh ke rel kereta api. Kereta api itu sudah berjalan dan dia tidak bisa mengambil sandalnya.

Bukannya mengeluh atau mengumpat, Gandhi malah melemparkan satu sandalnya lagi keluar. Itu artinya, dia sekarang tidak mengenakan sandal samasekali. Orang yang melihat itu heran samasekali. Dan jelaslah orang yang heran itu bertanya kepadanya.

"Mengapa anda membuang satu sandal yang masih bersama anda keluar? Mengapa tidak disimpan saja?"

Gandhi menjawabnya dengan senyum penuh arti. "Saya membuang sandal itu ke rel kereta api itu, karena sandal saya yang satu lagi sudah terjatuh. Ada orang yang tinggal di pinggir rel itu dan dia bisa mendapatkan sepasang sandal, tidak satu sandal."

Saya benar - benar kagum kepada Gandhi. Perbuatan itu memang terlihat kecil, tapi lihatlah secara skala besar. Beliau tidak ingin berlama - lama meratapi nasib, mengumpat, atau menyesal dalam hidup. Beliau langsung memikir sesuatu yang lebih jauh daripada itu. Sandal itu merepresentasikan cara berpikir beliau yang sangat maju dan ingin membuat orang lain mendapat keuntungan.

Coba apa yang dilakukan Gandhi ini, bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari - hari. Tidak hanya membuang sandal saja, tetapi bisa kita lakukan dari segi kehidupan lain. Ini bisa saja, bila kita membantu seseorang, janganlah membantu dengan setengah hati. Bisa kita lakukan dengan sepenuh hati, maka kita pun memberi benefit kepada orang yang membutuhkan.

Ah, saya sangat ingin memiliki pikiran dan hati seperti Gandhi!

Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat atau pencerahan bagi kita semuanya!



15 September 2008

Zamannya Cyberwar, Nih...

Hari ini, saya mencoba menutup hari dengan membaca majalah Newsweek... (Caelah)... Saya pun sangat tertarik dengan artikel tentang 'You've Got Malice'. Ada apa gerangan???

Ah, rupanya ini tentang perang Georgia dan Rusia. Ya, mereka sedang berseteru untuk merebut provinsi di Georgia yang ingin memisahkan diri, yaitu Ossetia Selatan. Meskipun mereka berada di wilayah Georgia, tetapi sebagian besar penduduk mereka adalah keturunan asli Rusia. Jadi, tidak heran pula bila mereka ingin berpisah, dan Rusia jelas menyukai keadaan ini. Negara mana yang tidak mau mendapatkan wilayah? Apalagi wilayah itu kabarnya memiliki saluran minyak yang bisa menyalurkan gas ke Azerbaijan hingga Turki. Ini jelas keuntungan yang cukup besar bagi Georgia, dan juga bagi Rusia bila mereka mampu mendapatkan Ossetia Selatan.

'Perang' itu memang sempat terjadi di lapangan, serdadu Rusia pun siap melakukan serangan kepada Georgia, yang tentulah kalah jauh dari segi jumlah tentara dan kemampuan senjata. Untunglah, perang itu tidak terjadi terlalu serius, namun itu bisa saja kembali terjadi secepat mungkin.

Tapi, Rusia pun ternyata sudah melancarkan serangannya jauh - jauh hari! Bukan lewat senapan atau granat, tetapi lewat internet. Sekelompok hacker terkuat Rusia, yang disinyalir mendapat bantuan dan dukungan dari pemerintah Kremlin itu, berhasil mengobok - obok server internet dan juga jaringan di titik strategis di seluruh Georgia. Serangan itu sangat dahsyat, sehingga situs - situs penting pemerintahan milik Georgia gagal difungsikan.

Pengamat cyberwar terkemuka pun yakin ini serangan khusus dari pemerintahan Rusia untuk membombardir Georgia. Hacker - hacker handal ini pun berhasil mencuri beberapa data penting milik Georgia, semacam strategi defensif untuk menangkal tentara Georgia.

Tindakan mengobrak - abrik jaringan internet milik negara lain bukan kali pertama dilakukan Rusia. Sebelumnya, 2007, Estonia adalah korban mereka. Rusia berhasil menghancurkan jaringan internet mereka, sehingga Estonia bisa dikatakan lumpuh internet. Kita tahu sendiri, internet sendiri sudah menjadi bagian penting bagi dunia. Georgia sendiri adalah salah satu pemilik jaringan internet terbesar di Eropa, bila mereka terganggu, ini bisa jadi bencana besar.

Nah, hal ini pun mengindikasikan bahwa zaman perang dunia maya (cyberwar) telah dimulai. Kita pun harus bersiap - siap dengan keadaan ini, meskipun negara kita bolehlah dibilang aman. Tetapi, bayangkanlah bila negara - negara besar itu siap mengobrak - abrik internet kita? Kini perang pun tidak peduli dengan berapa jumlah tentara yang anda punya, tapi berapa jumlah ahli komputer (baca: hacker) yang dimiliki.

Selamat datang di dunia yang benar - benar berbeda! :)


14 September 2008

Musik Itu Indah, Film Juga!

Bagaimana kalau tulisan yang satu ini, dibuat 'lebih ringan'? Lebih bersifat seperti 'blog pada umumnya'. Oke...

Hari ini, saya menonton film animasi terbesar saat ini, yaitu Wall-E. Membayar tiket sebesar 10 dolar pun buat saya sangat pantas untuk karya sebesar itu. Wall-E bisa dikatakan sebagai calon terkuat sebagai peraih penghargaan Oscar tahun depan. Jalan ceritanya sangat imajinatif, minim dialog tetapi pesannya dapat tersampaikan, serta setting yang sangat menakjubkan.

Setelah menonton, saya mampir dulu ke HMV untuk membeli CD musik yang memang pantas untuk dibeli. Pilihan saya pun jatuh kepada karya legendaris milik John Dowland, yang dinyanyikan lagi oleh penyanyi Inggris, Sting ditemani pemain lute, Edin Karamazov. Musik yang bertemakan klasik romantik ala Britania Raya ini mampu menyihir saya selama saya mendengarkan, malam ini.

Setelah puas mendengarkan Sting dan Edin Karamazov, saya kembali mendengarkan musisi favorit saya sepanjang masa, Pat Metheny. Tidak pernah saya kehilanga kekaguman atas kehebatannya dalam bermusik.

Lalu, sekarang apa hubungannya Wall-E, Sting, Edin Karamazov, John Dowland, dan Pat Metheny?

Saya benar - benar salut dengan beberapa teman saya yang dengan berbangga hati menuliskan kata 'menonton film' dalam daftar hobi mereka. Sebut saja, Dion Haryadi atau pun Maria Yovita. (Hahaha).
Mengapa saya salut? Nonton film kan memang gampang?
Ya... Saya salut karena mereka juga menekuni hobi mereka dengan baik. Saya masih ingat dengan kebiasaan Dion dulu semasa bersekolah dengan saya, dia menghabiskan uang jajannya untuk membeli majalah film. Mungkin, bagi banyak orang itu sama saja dengan memboroskan duit. Tapi, buat saya itu bagus. Itu artinya dia menekuni hobi dengan baik! Begitu juga dengan Maria Yovita contohnya, seingat saya dia sangat rajin meminjam DVD dan bahkan menonton film - film lama yang klasik.

Saya tidak heran bila Dion nantinya menjadi sutradara. Hobi bila ditekuni dengan baik, bisa membuahkan hasil maksimal.

Hobi menonton film bisa salah satu hobi yang baik. Lain lagi dengan saya misalnya, yang juga maniak dalam mendengarkan musik. Saya bisa merasa tidak enak bila tidak mendengarkan setiap harinya. Jadwal saya untuk mendengarkan musik adalah setiap bangun pagi, pulang sekolah, sore hari, dan juga sebelum tidur. Bagi saya, mendengarkan musik adalah anugerah. Saya juga amat menikmati mengoleksi album - album jazz dan klasik. Sangat jarang ada orang yang bisa menikmati musik, apalagi musik yang kurang populer semacam jazz atau klasik. Saya merasa 'bodoh amat' bila mendengarkan orang lain kalau saya aneh dan juga tidak normal karena lebih memilih mendengarkan musisi - musisi yang namanya kurang terkenal, semacam Pat Metheny atau Keith Jarrett, ketimbang mendengarkan musisi - musisi 'pasaran' secama Dewa, Nidji, atau pun Kangen Band.

Sebagai penutup, memiliki hobi itu bagus sekali. Apalagi bila ditekuni secara baik - baik. Saya sudah mengalaminya. Mungkin banyak orang mengatakan gila untuk menekuni hobi - hobi yang kurang lazim.
Seperti memancing misalnya.
Berburu.
Mengoleksi sesuatu.
Bermain game.
Berolahraga.
Atau pun,
seperti Dion yang suka nonton film.
Atau saya yang maniak musik.

Bagi saya, musik itu indah, film juga!
Punya hobi itu asyik, lebih asyik lagi kalau ditekuni! Dinikmati!!!

Hehehe...

13 September 2008

Bagi Singapura, Medali Itu Masih Ditunggu....

Olimpiade musim panas Beijing 2008 memang sudah lama selesai. China menunjukkan bahwa mereka adalah sebuah negara besar dengan menjadi juara umum. Michael Phelps, perenang asal Amerika Serikat, membuktikan bahwa dia adalah olimpian terbesar sepanjang masa,dimana dia berhasil mengumpulkan 8 medali emas di olimpiade Beijing (7 medali emas diantaranya diwarnai dengan pemecahan rekor dunia) dan total 14 medali emas dan 2 medali perunggu sepanjang kariernya. Anak muda asal Jamaika, Usain Bolt, mengguncang dunia setelah mendulang tiga medali emas dari cabang atletik, ditambah oleh pemecahan rekor dunia dari nomor lari 100 m yang menobatkan dirinya sebagai manusia tercepat di bumi.

Bagi Indonesia, hasil yang diraih juga tidak bisa dikatakan jelek. Kita patut berterima kasih kepada Markis Kido dan Hendra Setiawan, yang mampu meraih medali emas satu - satunya dengan cara menumbangkan pemain tuan rumah di final bulutangkis ganda putra. Medali perak yang diraih oleh pasangan ganda campuran bulutangkis kita, Lilyana Natsir dan Nova Widianto juga patut dibanggakan. Medali perunggu yang diraih Maria Kristin di cabang bulutangkis tunggal putri membuat kita bisa berbangga hati, karena sudah lama kita tidak meraih medali dari atlet putri kita. Jasa dua atlet angkat besi kita yang juga mampu mendapatkan medali perunggu, tidak boleh kita lupakan. Secara total, 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu mampu kita raih. Perolehan ini hanya kalah dari negara Asia Tenggara lainnya, Thailand yang mampu mendulang 2 emas. Negara tetangga kita yang lain, Malaysia dan Singapura hanya mampu membawa pulang 1 medali perak.

Berbicara tentang perolehan medali Singapura, arti medali perak itu sangat besar bagi mereka. Itulah medali pertama mereka sejak tahun 1960, dan medali perak itulah yang menjadi medali olimpiade kedua mereka sepanjang sejarah. Medali perak itu dapat diraih setelah tim tenis meja putri mereka mampu mencapai final tenis meja beregu putri sebelum akhirnya kalah dari favorit juara China.

Medali pertama sejak 48 tahun mestinya disambut dengan gegap gempita di seluruh Singapura. Tapi, saya hanya melihat, pemerintahan saja yang gembira dengan hasil ini. Ada apa gerangan?

Rupanya yang meraih medali itu bukanlah orang asli Singapura, tapi naturalisasi dari China. Pantaslah bila medali yang diraih itu tidak sepenuhnya milik Singapura.

Simak saja, apa yang dikatakan beberapa orang Singapura. "Buat saya, kami (orang Singapura) masih menunggu untuk mendapat medali..."

Ketika saya tanya teman - teman saya, bagaimana rasanya setelah mendapatkan medali untuk pertama kalinya dalam 48 tahun, ini reaksinya:
"Hahaha... Kamu aneh, final tenis meja itu kan China lawan China, pemain kita kan dari China."
"Saya tidak bangga, lebih bagus kita menunggu untuk 52 tahun ke depan..."
"Saya lebih memilih kita tidak dapat medali."
"Lebih bagus anak India yang dapat medali buat Singapura!"

Yah, bagi Singapura memang medali itu masih ditunggu... Kita lihat, atlet mereka hampir semuanya hasil naturalisasi.

Untunglah bagi kita, Indonesia yang memang hancur begini, setidaknya bisa menjaga tradisi meraih medali (medali emas malah!) sejak olimpiade 1992. Bagi Singapura, meraih satu medali begitu beratnya....

Ayo berbangga!

03 September 2008

Tentang Indonesiaku Sekarang

Indonesiaku...

Teman,
apakah kalian bangga memiliki Indonesia yang...
negara kepulauan terluas sedunia?
luasnya hampir sebesar benua Eropa (minus Rusia)?
memiliki garis pantai terpanjang sedunia?
memiliki pulau - pulau yang termasuk 5 pulau terbesar di dunia?
menyatukan banyak suku bangsa yang merupakan terbanyak di dunia (740 suku)?
memiliki banyak sekali bahasa daerah (583 bahasa), tetapi hanya satu bahasa pemersatu?
berazaskan pancasila?
merupakan salah satu pendiri organisasi ASEAN?
memiliki pulau terpadat di dunia?
memiliki candi budha terbesar di dunia?
menjadi negara pertama yang lahir setelah perang dunia II?
menjadi negara tertua ke-70 sedunia?
menjadi juara piala bulutangkis Thomas Cup terbanyak sedunia?
menjadi produsen pala dan cengkeh terbesar di dunia?
menjadi pengekspor kayu lapis terbesar di dunia?
memiliki terumbu karang terkaya di dunia (18% total dunia)?
mempunyai spesies ikan hiu terbanyak di dunia (150 spesies)?
mempunyai biodiversitas anggrek terbanyak di dunia (6 ribu jenis)?
memiliki hutan bakau terbesar di dunia?
memiliki binatang purba satu - satunya di dunia, komodo?
memelihara bunga terbesar di dunia, Rafflesia Arnoldi?
memiliki primata terkecil, tarsius pimilus yang sebesar 10 cm?
mempunyai ular python terbesar di dunia?
mempunyai ikan terkecil dunia, sepanjang 7.9 mm?
menjuarai banyak sekali olimpiade ilmu alam internasional?
menjadi tempat lahir satu-satunya alat musik orkestra perkusi melodis, gamelan?
memiliki penduduk muslim terbanyak sedunia, tetapi kita bukan negara muslim?
mempunyai dua stadion sepakbola terbesar di Asia Tenggara, yaitu di Jakarta dan Palembang?
menjaga tradisi selalu meraih medali emas sejak olimpiade 1992 hingga sekarang?
memiliki grup musik Guruh Gipsy yang diakui hingga Eropa?
memiliki rekaman musik tradisional yang menjadi rekor dunia, karena album itu dijual seharga US$1000?
memiliki sastrawan Pramoedya Ananta Toer - satu-satunya sastrawan Asia Tenggara yang dinominasikan ke hadiah nobel?


Kita punya banyak sekali hal untuk berbangga hati karena Indonesia.
Tetapi, kita juga punya banyak hal untuk malu...

Kita malu karena Indonesia yang...
dinobatkan sebagai salah satu negara terkorup sedunia?
diberi rekor dunia sebagai negara pengrusak hutan tercepat di dunia?
sering diacuhkan di dunia internasional?
maskapai penerbangannya dilarang terbang ke Eropa karena tidak aman?
memiliki catatan buruk dalam kecelakaan penerbangan?
banyak sekali kekayaan budayanya dicuri negara lain?
dua pulaunya, Sipadan dan Ligitan, dicuri Malaysia?
sering terjadi konflik antar-agama?
memiliki penduduk kurang toleransi beragama?
punya jalanan macet?
punya kota Jakarta, yang dinobatkan sebagai kota termahal kedua se-Asia Tenggara?
mempunyai jalan tol tergenang banjir?
kecolongan dua kali dalam kasus bom bali?
dicap sebagai negara terorisme?
mutu pendidikan rendah, meskipun banyak orang pintarnya?
kurang fasilitas?
dulu pengimpor beras terbesar, sekarang pengekspor beras?
tidak bisa berbuat apa-apa ketika harga minyak naik, padahal kita penghasil minyak?
keluar dari OPEC?
memiliki banyak sekali media tidak mendidik?
bisa memenangi turnamen sepakbola internasional dengan cara memukuli pelatih tim lawan sehingga tim lawan tidak mau melanjutkan pertandingan?
mempunyai budaya anarkisme, tidak cinta damai?
meminta semua restoran memasang tirai agar orang yang berpuasa tidak terganggu?
rata - rata semua orangnya tidak bisa tepat waktu?
dinobatkan sebagai negara dengan peringkat no 103 dari 149 negara, sebagai negara paling hijau?
lebih suka mengurusi urusan kecil - kecil daripada urusan yang lebih besar?
rakyatnya suka membesar - besarkan masalah?
menyelenggarakan pemilu 2009 dengan 38 partai politik?
rakyatnya lebih suka membaca berita pemerkosaan daripada pengetahuan?
jarang dibicarakan di dunia internasional?
pengendara di jalan umumnya jarang sekali tertib?
penghasil minyak dan gas, tetapi listrik di rumah sering mati?

Ah Indonesia...
Engkau sangat kaya akan potensi
Tapi miskin potensi

Kita sebagai rakyat masih bisa terus berbangga.
Tapi engkau jarang berikan kami kebangaan...
Engkau berikan hanya kebusukan dan kebusukan
Kami juga sering memberi kebusukan
Lama - lama negara ini busuk
Mundur.

Ayo maju Indonesia.
Mulai dari hal - hal kecil kita sebagai rakyat
Jangan terus mengkritik orang
Mengkritik diri sendiri lebih bagus
Ayo ciptakan target
Lakukan sesuatu
Kita semua ingin Indonesia jauh lebih bagus daripada Indonesia yang sekarang

Kita tidak butuh pemimpin muda
Kita juga tidak butuh pemimpin muka lama
Kami hanya ingin
pemimpin yang memiliki visi ke depan
jujur
dan
tegas



Maju Indonesia

Vincentius Aji Jatikusumo, 3 Sept 2008