27 September 2008

Susu dan Melamine dari China

China kembali menggemparkan dunia. Tetapi kali ini bukan berita yang menggembirakan seperti olimpiade, melainkan kembali berita yang mengungkap ketidakamanan produk asal China. Setelah kasus mainan yang tidak aman, sehingga diharuskan ditarik dari peredaran di banyak negara, kali ini China bermasalah dengan masalah susu balita yang mengandung zat yang berbahaya dalam dosis tinggi, yaitu melamine.

Susu yang mengandung melamine dalam dosis tinggi itulah telah mengguncang seluruh China, dimana 53000 balita dipastikan teracuni oleh zat ini, dan kasus ini telah meminta dua korban yang semuanya di bawah umur satu tahun.

Kasus ini membuat dunia internasional semakin tidak percaya akan standar keamanan dan kualitas dari China. Ini merupakan kasus untuk kesekian kalinya, mulai ditariknya produk mainan anak - anak yang dianggap berbahaya hingga masalah produksi ban mobil asal China. Jika ini terlalu sering terjadi, proses pertumbuhan ekonomi China pun bakal terganggu.

Kasus susu produksi 'Sanlu' ini sebenarnya sudah dimulai sejak Olimpiade Beijing 2008. dimana ada komplain dari 'Sanlu' kepada perusahaan produksi, dimana mereka merasa ada yang tidak beres dengan susu mereka. Mereka curiga karena banyak sekali balita yang setelah mengonsumsi susu tersebut, mereka menderita gangguan ginjal dan juga pencernaan. Masalah ini juga sudah dilaporkan kepada pemerintah China, tetapi karena alasan agar tidak menganggu kelancaran olimpiade, masalah ini pun terpaksa ditunda penyelesaiannya.

Tetapi, sayang seribu sayang, masalah ini sudah dapat dibilang terlambat. Pemerintah China boleh dikatakan telah mengorbankan 53.000 lebih balita, yang terserang komplikasi ginjal dan pencernaan. Dua balita pun sudah meninggal dunia akibat masalah ini.

Masalah ini pun tidak hanya menimbulkan dampak skala nasional di China, tetapi juga di dunia internasional. Seperti yang saya katakan sebelumnya, dunia internasional pun semakin tidak percaya dengan standar kualitas dan keamanan produk asal China.

Untuk saat ini pun, kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Kita harus mulai hati - hati dengan produk buatan China. Saya tidak mengatakan semuanya buruk, tetapi memang pada umumnya produk asal negeri tirai bambu itu memang mengecewakan.

Kita pun bisa belajar dari masalah ini. China telah memberikan sesuatu yang membuat publik internasional tidak percaya, dan kita pun tidak boleh menirunya. Murah boleh saja, tetapi jujur saja saya lebih memilih barang yang lebih mahal tetapi kualitas dan keamanannya harus berstandar tinggi.

Saya pun akan berpikir tiga kali untuk membeli barang asal China, itu pun kalau ada garansi keselamatannya.


No comments: