14 September 2008

Musik Itu Indah, Film Juga!

Bagaimana kalau tulisan yang satu ini, dibuat 'lebih ringan'? Lebih bersifat seperti 'blog pada umumnya'. Oke...

Hari ini, saya menonton film animasi terbesar saat ini, yaitu Wall-E. Membayar tiket sebesar 10 dolar pun buat saya sangat pantas untuk karya sebesar itu. Wall-E bisa dikatakan sebagai calon terkuat sebagai peraih penghargaan Oscar tahun depan. Jalan ceritanya sangat imajinatif, minim dialog tetapi pesannya dapat tersampaikan, serta setting yang sangat menakjubkan.

Setelah menonton, saya mampir dulu ke HMV untuk membeli CD musik yang memang pantas untuk dibeli. Pilihan saya pun jatuh kepada karya legendaris milik John Dowland, yang dinyanyikan lagi oleh penyanyi Inggris, Sting ditemani pemain lute, Edin Karamazov. Musik yang bertemakan klasik romantik ala Britania Raya ini mampu menyihir saya selama saya mendengarkan, malam ini.

Setelah puas mendengarkan Sting dan Edin Karamazov, saya kembali mendengarkan musisi favorit saya sepanjang masa, Pat Metheny. Tidak pernah saya kehilanga kekaguman atas kehebatannya dalam bermusik.

Lalu, sekarang apa hubungannya Wall-E, Sting, Edin Karamazov, John Dowland, dan Pat Metheny?

Saya benar - benar salut dengan beberapa teman saya yang dengan berbangga hati menuliskan kata 'menonton film' dalam daftar hobi mereka. Sebut saja, Dion Haryadi atau pun Maria Yovita. (Hahaha).
Mengapa saya salut? Nonton film kan memang gampang?
Ya... Saya salut karena mereka juga menekuni hobi mereka dengan baik. Saya masih ingat dengan kebiasaan Dion dulu semasa bersekolah dengan saya, dia menghabiskan uang jajannya untuk membeli majalah film. Mungkin, bagi banyak orang itu sama saja dengan memboroskan duit. Tapi, buat saya itu bagus. Itu artinya dia menekuni hobi dengan baik! Begitu juga dengan Maria Yovita contohnya, seingat saya dia sangat rajin meminjam DVD dan bahkan menonton film - film lama yang klasik.

Saya tidak heran bila Dion nantinya menjadi sutradara. Hobi bila ditekuni dengan baik, bisa membuahkan hasil maksimal.

Hobi menonton film bisa salah satu hobi yang baik. Lain lagi dengan saya misalnya, yang juga maniak dalam mendengarkan musik. Saya bisa merasa tidak enak bila tidak mendengarkan setiap harinya. Jadwal saya untuk mendengarkan musik adalah setiap bangun pagi, pulang sekolah, sore hari, dan juga sebelum tidur. Bagi saya, mendengarkan musik adalah anugerah. Saya juga amat menikmati mengoleksi album - album jazz dan klasik. Sangat jarang ada orang yang bisa menikmati musik, apalagi musik yang kurang populer semacam jazz atau klasik. Saya merasa 'bodoh amat' bila mendengarkan orang lain kalau saya aneh dan juga tidak normal karena lebih memilih mendengarkan musisi - musisi yang namanya kurang terkenal, semacam Pat Metheny atau Keith Jarrett, ketimbang mendengarkan musisi - musisi 'pasaran' secama Dewa, Nidji, atau pun Kangen Band.

Sebagai penutup, memiliki hobi itu bagus sekali. Apalagi bila ditekuni secara baik - baik. Saya sudah mengalaminya. Mungkin banyak orang mengatakan gila untuk menekuni hobi - hobi yang kurang lazim.
Seperti memancing misalnya.
Berburu.
Mengoleksi sesuatu.
Bermain game.
Berolahraga.
Atau pun,
seperti Dion yang suka nonton film.
Atau saya yang maniak musik.

Bagi saya, musik itu indah, film juga!
Punya hobi itu asyik, lebih asyik lagi kalau ditekuni! Dinikmati!!!

Hehehe...

No comments: