16 September 2008

Sandal dan Mahatma Gandhi

Hari ini sungguh melelahkan. Jujur saja, saya dalam keadaan badmood sekarang. Tetapi saya pun mesti bisa selalu tersenyum dan merenungi betapa indahnya hidup ini. *Caelah*

Sekarang coba kita pikirkan, apa yang akan kita lakukan pada umumnya bila kita naik ke kereta api, terus salah satu sandal yang kita pakai itu terlepas secara tidak sengaja ke rel kereta itu. Celakanya lagi, kereta api yang kita tumpangi itu sudah melaju dan otomatis kita tidak memiliki waktu untuk memungut sandal yang terjatuh itu.

Kita semua pasti akan marah. Jengkel benar! Tentulah pada saat itu juga kita mengumpat tidak karuan, atau juga bisa meratapi nasib celaka itu. Mengapa bisa sandal kita terlepas dan kita pun berubah menjadi badmood dan tentulah mulai menyalahkan keadaan atau diri kita sendiri.

Tapi buat seorang humanitarian sebesar Mahatma Gandhi, itu masalah kecil.

Kejadian yang saya ceritakan di atas itu memang dialami Gandhi, seseorang yang saya anggap benar - benar bijaksana dan berjasa besar kepada India dan dunia. Kejadian itu menimpa dirinya ketika dia menaiki kereta api di India. Secara tidak sengaja, sandal yang beliau kenakan terlepas dan jatuh ke rel kereta api. Kereta api itu sudah berjalan dan dia tidak bisa mengambil sandalnya.

Bukannya mengeluh atau mengumpat, Gandhi malah melemparkan satu sandalnya lagi keluar. Itu artinya, dia sekarang tidak mengenakan sandal samasekali. Orang yang melihat itu heran samasekali. Dan jelaslah orang yang heran itu bertanya kepadanya.

"Mengapa anda membuang satu sandal yang masih bersama anda keluar? Mengapa tidak disimpan saja?"

Gandhi menjawabnya dengan senyum penuh arti. "Saya membuang sandal itu ke rel kereta api itu, karena sandal saya yang satu lagi sudah terjatuh. Ada orang yang tinggal di pinggir rel itu dan dia bisa mendapatkan sepasang sandal, tidak satu sandal."

Saya benar - benar kagum kepada Gandhi. Perbuatan itu memang terlihat kecil, tapi lihatlah secara skala besar. Beliau tidak ingin berlama - lama meratapi nasib, mengumpat, atau menyesal dalam hidup. Beliau langsung memikir sesuatu yang lebih jauh daripada itu. Sandal itu merepresentasikan cara berpikir beliau yang sangat maju dan ingin membuat orang lain mendapat keuntungan.

Coba apa yang dilakukan Gandhi ini, bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari - hari. Tidak hanya membuang sandal saja, tetapi bisa kita lakukan dari segi kehidupan lain. Ini bisa saja, bila kita membantu seseorang, janganlah membantu dengan setengah hati. Bisa kita lakukan dengan sepenuh hati, maka kita pun memberi benefit kepada orang yang membutuhkan.

Ah, saya sangat ingin memiliki pikiran dan hati seperti Gandhi!

Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat atau pencerahan bagi kita semuanya!



No comments: