Bila saya mesti menuliskan tanggal yang sangat berkesan sehingga tidak mungkin dilupakan di tahun 2008, saya harus mengikutkan tanggal 20 September 2008 ke dalam daftar.
Mengapa hari ini sangat berkesan?
Hari ini saya belajar sesuatu yang sangat penting, yaitu menerima penolakan dari seseorang. Suatu hal yang belum saya alami dan pelajari secara mendalam. Mungkin saya pernah menerima penolakan, tetapi itu tidak sering dan itu terjadi dalam hal - hal kecil.
Pagi ini, saya dan banyak teman sekolah saya dimintai tolong oleh sekolah dan organisasi non-profit Boys' Town. Permintaanya cukup simpel, kami dimintai tolong untuk memegangi kaleng yang menjadi tempat untuk sumbangan dan kami harus meminta sumbangan di tempat - tempat umum Singapura. Sumbangan itu nantinya akan digunakan untuk membantu anak - anak yang kurang beruntung di Singapura.
Jujur saja, saya sangat malas bila meminta - minta sumbangan seperti ini, di tempat umum, apalagi di Singapura! Pikiran negatif mulai menghinggapi saya, dimana saya berpikir jika orang Singapura itu sombongnya minta ampun! Mungkin mereka sangat malas memberi sumbangan - sumbangan seperti ini.
Saya dan tiga teman saya pun memilih tempat di Dhoby Ghaut, sekitar Plaza Singapura. Saya pun memberanikan diri meminta donasi dari orang - orang yang lewat di depan stasiun MRT itu. Dan awal - awalnya memang sangat menakutkan dan mengesalkan! Lima orang pertama yang saya datangi, mereka semua menolak.
Untunglah, keberanian dan ketekunan saya terbayar. Orang - orang yang lewat berikutnya pun semakin tulus saja memberi. Beberapa pejalan kaki yang mukanya seperti tidak mau memberi, ternyata memiliki hati tulus juga. Mereka ikut menyumbang dan tentulah saya gembira dengan hasil ini. Selama sekitar dua jam berdiri, kaleng donasi milik saya pun terisi nyaris penuh. Saya pun kembali ke sekolah dan menyerahkan sumbangan itu.
Setelah itu, saya memang bersyukur telah mengikuti kegiatan seperti ini. Saya belajar bagaimana menerima penolakan dari seseorang. Tidak selamanya penolakan itu buruk, dan memang pasti itu semua akan ada balasannya. Tidak perlulah kita mengharap balasannya, kita pun harus memupuk ketekunan dan kesabaran! Seperti bunyi kalimat bijak, sometimes bad can turn out good. Ditolak orang memang buruk, tetapi pasti ada pelajaran yang dapat dipetik. Saya pun berani menghadapi orang, tanpa takut apakah saya diterima, ditolak, diperhatikan, ataupun dibiarkan saja.
Satu lagi, saya pun merasa orang Singapura tidak pelit - pelit amat! Hehehe...
Semoga tulisan yang sangat ringan ini bisa memberikan sesuatu.
20 September 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment